TUGAS PPKN (ANCAMAN TERHADAP INTEGRASI NASIONAL)

Disusun oleh :
Nama : Vivi winatasari
Kelas  : X TO 2
No.absen : 31
Mapel : PKN


                    BAB 6 
ANCAMAN TERHADAP INTEGRASI          NASIONAL


Ancaman Non militer 
Ancaman non militer pada hakikatnya ancaman yang menggunakam faktor faktor non militer dinilai mempunyai kemampuan yang membahayakan kedaulatan negara,kepribadian bangsa  keutuhan wilayah negara dan keselamatan segenap bangsa .Ancaman ini salah satunya disebabkan oleh pengaruh negatif dari globalisasi.
Ancaman ini salah satunya disebabkan oleh pengaruh negatif dari globalisasi.
Ancaman nono militer diantaranya dpt berdimensi ideologi  plitik,ekonomi, dan sosial budaya.
Contoh ancaman non militer = pengaruh gaya hidup kebarat baratan sudah tidak mencintai budaya  sendiri,tdk menggunakan produk dalam negeri.


1.RADIKALISME ANCAMAN BAGI NRI.
Sebuah stigma radikalisme sebagai ancaman NKRI dan Pancasila yang dikumandangkan media mainstream diawali dari pernyataan presiden, dan kemudian diikuti jajaran di bawahnya pada hampir semua kementerian dan koalisi politik.
Kemudian bermunculan beberapa polemik di tengah masyarakat mengenai celana cingkrang, jenggot dan cadar. Polemik menjadi berkepanjangan setelah disuarakan politisi Senayan tentang bahayanya radikalisme.
Tetapi apa sebenarnya radikalisme? Mengapa radikalisme menjadi ancaman sebuah negara yang berdaulat?
Radikal yang berarti mendasar dan radikalisme diartikan sebagai ideologi yang mendasar atau ideologi yang dianut penganutnya tanpa kompromi. Mungkin itu sebabnya ideologi itu dianggap bertentangan dengan NKRI dan Pancasila.
Jika memang radikalisme adalah ancaman bagi kedaulatan sebuah negara yang berdaulat, akan tetapi siapakah kelompok radikal yang bertentangan dengan Pancasila, dan seberapa besar kekuatannya sehingga mampu menjadi ancaman?
Untuk mengenal siapa penganut kelompok radikal yang bertentangan dengan Pancasila dan NKRI, tentunya kita harus menengok kembali sejarah terbentuknya NKRI dan lahirnya Pancasila.


2.LIBERALISME
Karena liberalisme dapat menekankan pada aspek kebebasan individual dampaknya,Liberalisasi yang dibawa oleh globalisasi mempengaruhi pikiran masyarakat indonesia untuk tertarik pada ideologi tersebut.Paparan liberalisasi apabila tidak d batasi akan menjadi ancaman bagi kepribadian bangsa indonesia yang sesungguhnya.
Liberalisasi terjadi dalam semua bidang termasuk dalam bidang pendidikan “Sistem pendidikan indonesia itu esensinya dari amanat UUD 1945 yakni mencerdaskan kehidupan bangsa dan bertaqwa kepada TYME. Pengaruh globalisasi dan sistem demokrasi yang tidak mampu memfilter paham2 luar menjadikan pendidikan di Indonesia terpengaruh oleh liberalisme dan komunisme. Termasuk bentuk Kastanisasi yakni klasifikasi kualitas sekolah misal swasta, negeri, dll.


3.SIKAP ACUH
Karena sikap acuh merupakan wilayah rentan yang menyuburkan jaringan terorisme sehingga peran generasi muda dalam pencegahan terorisme sangat dibutuhkan.


4.CYBER CRIME
Karena cyber crime adalah tindakan kejahatan yang dilancarka melalui melalui dunia maya berupa serangan kepada server untuk mendapatkan akses kedalam server tersebut atau membuat lemah server tersebut.
Hal itu,juga dapat menyebabkan penipuan atau pemalsuan.
Ancaman  Perang Cyber

Selama ada perang fisik tentu ada perang cyber karena manusianya sama. Ada serangan cyber maka ada pertahanan cyber. Sasarannya adalah public-utility yang dikendalikan secara terpusat. Baik yang berskala lokal, nasional, apalagi global.

Semakin terpusat sistem kendali dari public-utility itu, semakin rentan untuk dilumpuhkan dalam sekali serangan.

Maka umumnya, negara yang sadar adanya potensi perang cyber akan membangun infrastruktur sistem kendali public-utility-nya secara eksklusif agar memiliki tingkat keamanan dan ketahanan yang tinggi.

Tidak tepat jika jaringan umum (public-network) dipakai dalam sistem kendali public-utility apalagi untuk sistem pertahanan dan keamanan nasional.


5.WABAH PENYAKIT (Covid 19 Corona)
Karena wabah penyakit seperti Covid-19 Corona dapat menyebabkan kerugian ekonomi dan dapat meningkatkan kekhawatiran dan kecemasan terjadinya resense gelobal .
Covid-19 Corona juga dapat mengganggu aktifitas dan kegiatan belajar mengajar d sekolah.
telah mencapai lebih dari 116 ribu kasus baru secara global dengan lebih dari 4 ribu kematian. Para ahli kesehatan membunyikan alarm peringatan tentang potensi penularan virus secara luas.
Dilansir laman IFL Science yang melakukan wawancara dengan pakar kesehatan untuk memahami bagaimana kemampuan virus Corona baru, menyerang tubuh manusia mengatakan bahwa virus ini mirip tetapi berbeda dengan sindorm pernapasan akut parah (SARS).
Sama seperti flu, COVID-19 dimulai di paru-paru dan menyebar melalui tetesan air ketika seseorang bersin atau batuk. WHO melaporkan bahwa SARS menyerang tubuh dalam tiga fase, yaitu replikasi virus, hiperaktif imun, dan perusakan paru-paru, yang tampaknya mirip dengan bagaimana COVID-19 menyerang tubuh manusia.
Penelitian awal menunjukkan COVID-19 bereplikasi secara efisien di saluran pernapasan bagian atas. Orang yang terinfeksi menghasilkan sejumlah besar virus pada awal infeksi dan penelitian baru mengungkapkan bahwa masa inkubasi infeksi adalah 5,1 hari.
COVID-19 hadir dalam tiga pola infeksi, yaitu dimulai dengan penyakit ringan dan gejala saluran pernapasan atas, kemudian diikuti oleh pneumonia. Setelah sekitar satu minggu, pneumonia berat dengan sindrom gangguan pernapasan akut dapat berkembang dengan cepat dan kadang-kadang membutuhkan alat bantu pernapasan

Komentar